Kerja Sama Internasional
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tahun 2025

Peresmian SunCable Technology Research Park (TRP) di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) merupakan tonggak penting yang menandai hasil dari kolaborasi internasional strategis antara UMRAH sebagai institusi dari Indonesia dengan SunCable. Kemitraan global ini bertujuan untuk memajukan riset dan inovasi energi terbarukan di Kepulauan Riau, menjadikan TRP sebagai pusat pembelajaran dan penelitian berkelas dunia bagi mahasiswa dalam bidang energi bersih. Sejalan dengan target energi nasional, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan talenta, tetapi juga sebagai platform yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah dalam skala internasional untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan maritim Indonesia.

Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), melalui kolaborasi internasional dengan James Cook University (JCU) Australia dan didukung pendanaan dari Pemerintah Australia, telah sukses menyelenggarakan workshop pengembangan strategi dan rencana usaha bagi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di bidang kemaritiman di Kabupaten Natuna dan Bintan. Kegiatan yang menyasar komunitas konservasi, pariwisata, dan nelayan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menyusun program berbasis maritim yang berkelanjutan melalui metode interaktif yang mencakup perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Workshop ini menegaskan komitmen UMRAH dalam pemberdayaan masyarakat pesisir serta menunjukkan pentingnya sinergi lintas negara antara akademisi dan komunitas untuk memperkuat pengelolaan sumber daya laut di Kepulauan Riau.

Melalui sebuah inisiatif kolaboratif internasional yang kuat, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bekerja sama dengan mitra pembangunan Witteveen + Bos, inovator sosial Safe Water Gardens/LooLa Adventure Resort, dan organisasi filantropis asal Singapura, Magnuson Trust, untuk meluncurkan proyek perintis di Senggarang. Kemitraan lintas negara ini secara strategis menjembatani kebutuhan mendesak akan sanitasi yang layak dengan konservasi lingkungan, membuktikan bahwa sinergi global dapat secara efektif memberdayakan komunitas lokal. Proyek ini tidak hanya berhasil memfasilitasi pencapaian status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF) dalam waktu singkat, tetapi juga mengungkap komitmen mendalam masyarakat terhadap pelestarian mangrove, menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional dapat mematahkan asumsi yang salah dan menyelaraskan martabat manusia dengan keberlanjutan ekosistem.

Dampak Kerja Sama Internasional
terhadap Diplomasi Ekonomi dan
Reputasi Global Indonesia

Dari Riset ke Aksi Nyata

Kemitraan dengan Suncable
(perusahaan internasional) tidak
hanya menghasilkan riset, tetapi
membangun Pusat Energi Terbarukan
yang memberdayakan ekonomi
masyarakat kepulauan dengan energi
bersih. Ini adalah bukti nyata hilirisasi
teknologi untuk kemandirian energi di
wilayah perbatasan.

Diplomasi Ekonomi Biru & Hijau

Kolaborasi dengan Witteveen+Bos
(Singapura) fokus pada solusi masalah
riil seperti sanitasi pesisir dan
konservasi mangrove. Kerja sama ini
secara langsung mendukung agenda
nasional untuk memperkuat
ekonomi hijau dan biru, sekaligus
meningkatkan kualitas SDM lokal

Diplomasi Maritim di Panggung Dunia

Melalui kerja sama UMRAH dengan James Cook University (Australia), Indonesia
memperkuat perannya dalam tata kelola laut global. Puncaknya, seorang
akademisi UMRAH dipercaya menjadi co-supervisor mahasiswa doktoral di
Australia, yang akan menghasilkan publikasi bersama dan memperkuat posisi
Indonesia dalam jejaring riset dan diplomasi maritim internasional.

Total Valuasi Kerja Sama Internasional dari Perspektif Ekonomi, Akademik dan Reputasi

Rp4.379.971.993

Statistik Dokumen Kerja Sama Internasional Tahun 2024-2025